Training Management Resiko ISO (the International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional di seluruh dunia. Tugas mempersiapkan standar internasional biasanya dilaksanakan oleh ISO Technical Committee. Standar Internasional untuk manajemen risiko (ISO 31000) dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai stakeholders: 1. Mereka yang bertanggung jawab dalam implementasi manajemen risiko di organisasi mereka. 2. Mereka yang perlu memastikan bahwa suatu organisasi menerapkan manajemen risiko. 3. Mereka yang perlu mengelola risiko pada tingkat organisasi maupun pada suatu bidang kegiatan tertentu. 4. Mereka yang perlu mengevaluasi keandalan praktik manajemen risiko dalam organisasinya. 5. Mereka yang mengembangkan standar, pedoman, prosedur praktik manajemen risiko yang menjadi bagian dari dokumen-dokumen ini. Banyak organisasi yang telah menerapkan praktik dan proses manajemen risiko termasuk komponen-komponen manajemen risiko dan banyak organisasi yang telah mengadopsi proses manajemen risiko formal untuk jenis-jenis risiko tertentu. Manajemen dapat memutuskan untuk mengkaji secara kritis praktik dan proses yang ada tersebut berdasarkan standar ISO 31000 ini. Meskipun praktik manajemen risiko telah dikembangkan di berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing sektor, suatu pendekatan generik berupa kerangka kerja komponen-komponen mendasar manajemen risiko dapat membantu memastikan bahwa risiko telah dikelola secara efektif dan koheren di seluruh organisasi. Pendekatan generik yang diuraikan dalam ISO 31000 ini. |
|
| Hari Pertama:
1. Dinamika Lingkungan Bisnis dan Ketidakpastian 2. Gejala Manajemen Risiko yang Lemah 3. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009 4. Kerangka Implementasi Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009 5. Proses Manajemen Risiko berdasarkan ISO 31000:2009 6. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan AS/NZS 4360:2004 7. Perbandingan ISO 31000:2009 dengan COSO 2004 8. Kebijakan Manajemen Risiko 9. Kerangka kerja manajemen risiko 10. Mengintegrasikan Manajemen Risiko ke dalam Proses Organisasi Hari Kedua: 1. Memahami organisasi dan konteksnya 2. Akuntabilitas dan Sumber daya Manajemen Risiko 3. Pengembangan komunikasi dan pelaporan internal & eksternal 4. Risk Context, 5. Risk Identification, 6. Risk Analysis 7. Risk Evaluation 8. Risk Treatment 9. Risk Communication & Consultation 10. Risk Monitoring & Review 11. Pemantauan & Pengkajian Kerangka Kerja 12. Manajemen Resiko & Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement) Fasilitas Yang Diperoleh
|
